Sunday, February 4, 2018

KATANYA PUNCAK HANYA BONUS


By : Bams Nektar
Inspirasi bagi Pendaki #49

Dalam tulisan sederhana kali ini saya ingin mengajak sahabat pendaki yang budiman di sini untuk berhitung sederhana, sambil mengingat- ingat pelajaran matematika sederhana sewaktu es de. Cuma tambah- tambahan kok, tanpa pengurangan, tanpa perkalian, apalagi pembagian. Gak usah khawatir saya memasukan rumus- rumus akar kuadrat lainnya, saya juga tidak pintar di bidang itu. Saat masa es em pe saja nilai matematika saya lumayan berwarna kok. Berwarna merah, hi hi hi…

Sunday, January 7, 2018

TINGGALKAN AKU UNTUK MATI DI KALIMATI


By : Bams Nektar
Inspirasi bagi Pendaki #48

Mata saya masih menatap layar android, tepat pada berita tentang seorang pendaki Gunung Semeru yang meninggal dunia di sekitaran Jambangan. Hari itu sekitar tanggal 7 Oktober 2016. Mata masih mengikuti paragraph demi paragraph berita yang disajikan oleh salah satu media online yang tak  asing lagi di telinga. Mulai dari urutan kronologis pendakiannya, keterangan saksi mata, sampai pada kemungkinan waktu meninggal sang pendaki.

Sunday, December 3, 2017

100 HARI SETELAH AKU MATI DI GUNUNG


Apa yang akan terjadi setelah 100 hari jika anda mati di gunung?

By : Bams Nektar
Inspirasi bagi Pendaki #47

Tulisan ini sebenarnya menyambung tulisan terakhir saya beberapa waktu yang lalu di blog ini juga.

Apa yang akan terjadi dalam 100 hari jika seandainya saya mati di gunung, baik jika jenazah saya tidak pernah ditemukan, atau jenazah saya ditemukan?

Sunday, November 5, 2017

JIKA AKU MATI DI GUNUNG


Apa yang akan terjadi jika anda mati di gunung?

By : Bams Nektar
Inspirasi bagi Pendaki #46

Sore pukul 17:00 WIB pada Jumat terakhir Bulan Mei lalu kawan- kawan dari PARI (Penjelajah Alam Kepri) sudah berkumpul di area cargo Bandara Hang Nadim Batam. Sambil menunggu cargo yang akan datang membawa jenazah Bang Agung Siregar, salah satu sahabat pendaki yang meninggal dini harinya di Lombok. Beliau meninggal dunia di Mataram, karena sakit,  saat menanti kedatangan anggota tripnya dari Malaysia yang akan naik ke Gunung Rinjani.

Monday, October 2, 2017

PENDAKI KEBANYAKAN GAYA

Apakah pendaki tidak boleh modis?

By : Bams Nektar
Inspirasi bagi Pendaki #45

Pagi ini Saya “disentil” oleh saudara pendaki Saya dengan nama FB Boris Kaboa. Bangun pagi- pagi sudah ada mention di account Saya tentang mengapa artikel Saya gak muncul- muncul lagi di beranda grup #PI ? Plak…, mention tersebut serasa “menampar” di pipi. Seolah- olah Saya diingatkan lagi, bahwa “Bams, kamu tuh pendaki, bukan penyelam !”. Padahal seingat Saya, baru dua bulan Saya tidak menulis untuk para pendaki. Hmm, Februari yang lalu jika tidak salah Saya terakhir “setor” tulisan di grup ini #buka grup file…

Saturday, September 2, 2017

KAMU YANG TERLUPAKAN

Pendaki yang peka pasti baca tulisan ini.

By : Bams Nektar
Inspirasi bagi Pendaki #44

Bawa… nggak..? bawa… nggak, ya..? Bimbang sangat di hati ini untuk membawa hanya sekedar webbing, jalinan tali tipis double layer berwarna hijau kusam sepanjang empat meter. Di beberapa sisinya bahkan ada noda bekas cat, tanda kecil bahwa webbing ini sudah babak belur digunakan dalam banyak kegiatan. Tapi, ini khan Cuma bukit? Pastinya juga gak tinggi- tinggi amat. Ah, bawa sajalah. Barangkali dibutuhkan nantinya. Akhirnya terbawa di dalam daypack merk dalam negeri berwarna hijau Saya…

Wednesday, August 2, 2017

KUCING PINCANG ITU

By : Bams Nektar
Inspirasi bagi Pendaki #43

Tulisan ini membalik kisah seorang mahasiswi yang belakangan menjadi terkenal karena foto di account media sosialnya dengan kucing hutan yang telah mati. Kebetulan saja bersamaan dengan lagi hebohnya kasus Tri Ida Susanti, mahasiswi Jember yang ditangkap polisi gara-gara mem-posting foto tiga ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis) dalam kondisi mati. Peran netizen sangat besar dan sangat vital, sehingga kasus tersebut terungkap dan masyarakat mendapat edukasi bahwa satwa jenis tertentu masuk spesies dilindungi.