Monday, March 28, 2016

PULAU BERHALA (Part 2) - 32 TAHUN TIDAK PULANG

Janji berkumpul di Pelabuhan Telaga Punggur jam 9 pagi akhirnya terpenuhi. Dengan barang- barang segede gambreng plus beberapa carrier mengiringi sampai di pintu keberangkatan Pelabuhan Telaga Punggur.

Sudah menunggu kawan- kawan PARI lainnya dan Bang Peri yang baru saja merapat ke Telaga Punggur dari Tanjung Pinang. Tak beberapa lama kemudian kita bersama- sama boarding ke ferry yang sudah siap menunggu di dermaga setelah sebelumnya tiket seharga Rp. 255.000,- dibagikan ke anggota team. Perjalanan ini diperkirakan akan ditempuh dalam masa 4 jam – saja - .
pulau berhala 3
Tiket ferry Batam - Dabo.
Pengangkutan barang- barang yang akan dibawa dilakukan dua kali bolak balik. Selain memang barang- barang team yang akan dibawa berupa bahan makanan tambahan, ada juga 7 dus air mineral ukuran 600 ml dari sponsor bermerk Sanford yang mengiringi perjalanan ke Pulau Berhala ini. Cape? Ya pastilah…


Pk. 10:30 ferry yang kami tumpangi mulai bergerak meninggalkan Pelabuhan Telaga Punggur. Saya dan beberapa kawan- kawan dari PARI memilih untuk duduk di deck paling atas dari 3 deck yang ada di kapal ferry ini. Selain terasa lega dengan view yang terbuka, kawan- kawan yang “ahli hisap” juga leluasa untuk melaksanakan kegiatannya tersebut :D
pulau berhala 4
 Bersama Jack di deck :D

pulau berhala 5
 Deck 3, deck para "ahli hisap" :D

pulau berhala 6
Guntur dan Mas Budit bercengkrama.

Kapal ferry yang kami tumpangi melewati gugusan pulau- pulau besar dan kecil. Di sebelah kiri terhampar beberapa spot pantai dengan pasir putih yang belum tersentuh oleh tangan pariwisata. Beberapa pulau juga memiliki spot tebing yang dapat dikembangkan untuk olahraga maupun wisata panjat tebing.
pulau berhala 7
 Pemandangan jajaran pulau di perjalanan.

pulau berhala 8
 Pulau dengan tebing- tebing yang menggoda.

pulau berhala 9
Pantai- pantai yang menarik, menunggu untuk dikelola.

Di deck paling atas ini kita barengan dengan beberapa orang kakak- kakak gemez, yang dari cara berpakaian dan logat bicaranya menunjukan mereka bukan orang melayu. Namun, untuk apa mereka menuju ke Dabo yah? Pertanyaan itu terjawab saat ferry menyinggahi Dermaga Cempa Pasir Panjang di Senayang, saat sesi potret- potret cantik dimulai di deck paling atas, si kakak – Yang bernama Ani – curhat ke Saya, “Saya sudah 32 Tahun gak pulang ke Dabo. Kami anak- anak kelahiran Dabo yang dari kecil sudah keluar dari Dabo ke Jawa mengikuti tugas orang tua. Sekarang ada kesempatan reuni bersama- sama untuk pulang kembali ke Dabo. Bernostalgia mengunjungi tanah kelahiran dan tempat bermain di masa kecil dulu”. Ujar kakak Ani.
pulau berhala 10
 Kakak- kakak gemez yang sudah 32 tahun belum pulang ke Dabo.

pulau berhala 11
 Membentangkan spanduk kegiatan di ferry.

pulau berhala 11
Spanduk kegiatan dari sisi yang berbeda.

Tanah tumpah darah memang tak terlupakan. Mengapa tiba- tiba Saya jadi kangen untuk kembali ke kampung halaman yah…


Bams @2016



BAMS2 photo BAMS2.jpg YULI2 photo OELIEL2.jpg ZAKI photo ZAKI.jpg RAIHAN photo RAIHAN.jpg RAKAN photo RAKAN.jpg KEENAN photo KEENAN.jpg

No comments:

Post a Comment