Monday, November 10, 2014

PENDAKI DUKUN

Para “Pecinta Alam/ Penggiat Alam Bebas/ Pendaki” kadangkala pingin selalu eksis atau mengeksiskan kelompok atau organisasinya, atau diri pribadinya (selfie dengan tulisan). Banyak cara yang mereka lakukan, mulai dari corat- coret atau aksi vandalism di bebatuan, di pondok peristirahatan/ shelter (bagi yang tidak menyadarinya). Ada juga yang menempelkan plang nama di sepanjang jalur pendakian dengan memaku plang tersebut ke pohon, alih- alih untuk papan petunjuk arah (katanya…).




Namun, tahukan kawan….? Memaku pohon (Tree Spiking) juga termasuk salah satu cara merusak alam yang paling efektif? Bagaimana penjelasannya?

Ternyata, menurut pakar tanaman, Herdiawan, salah satu mudahnya pohon tumbang karena lemahnya daya tahan pohon karena adanya paku-paku yang masuk ke dalam pohon. Karena sel yang ada di dalam pohon akan mati. “Apalagi paku yang berkarat, akan menyebabkan sakit atau infeksi pada pohon. Dampaknya, pengeroposan kambium dalam pohon akan lebih cepat,” jelas Herdiawan yang dikutip dari Radar Bogor. 

Penggunaan paku, sekrup atau baut dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada. Bentangan Kabel dan tali-tali yang menggantung di cabang-cabang pohon sangat merusak akibatnya dapat merusak kulit kayu dan struktur pohon. Kerusakan lain pada kulit pada pohon, apakah oleh paku, sekrup atau baut adalah sebagai titik masuk potensial bagi infeksi penyakit dan bakteri. Tusukan-tusukan yang banyak akan menyebabkan kerusakan dalam bentuk Kompartementaslisasi

Pohon yang banyak pakunya tentu ada yang bisa beradaptasi ada pula yang tidak. Sekurang-kurangnya pohon dengan banyak logam atau benda asing yang tertanam didalamnya akan mengurangi nilai ekonomi setelah dipanen (untuk pohon yang dibudidayakan). Dalam kehidupannya, pohon juga akan mengalami gangguan proses fisik dan biologis dalam tubuhnya karena gangguan benda asing yang ikut tertanam di dalamnya. Seperti, kompartementaslisasi akan mengganggu proses fisiologi tanaman dan mengurangi tekstur kayu pada pohon. Kekuatan kayu pun akan berkurang karena pohon mudah terinfeksi penyakit seperti jamur dan bakteri karena banyaknya pintu bagi hama dan penyakit pada kulit pohon. Padahal kulit kayu adalah tameng terluar dari batang pohon. Sedangkan batang adalah tempat yang sentral dan pertumbuhan pohon.

Pohon-pohon yang banyak ditancap logam dan dijerat benda lain sangat mudah rusak. Dalam jangka panjang sangat mungkin pohon-pohon yang telah melemah akibat logam dan tali yang tertanam ditubuhnya akan mudah tumbang dan cepat mengalami kematian. 

Intinya, memaku pohon (tree Spiking) akan merusak kambium yang ada pada pohon, dan paku yang tertancap akan mengalami proses pengaratan yang pada akhirnya akan mengakibatkan kematian pada pohon itu sendiri secara perlahan. Ingat... Secara perlahan... Dan itu adalah cara kematian yang KEJAM...!!!

Jadi, jika kita melakukan pencabutan paku/ benda logam lainnya, dari tindakan tree spiking, berarti kita telah ikut menjaga pohon-pohon tersebut terbebas dari sakit (terinfeksi, keropos, rusak konstruksinya, tumbang dan mati). Artinya, kita sudah ikut memelihara kelestarian alam.

Selain itu, tahukah anda kawan,,,,? Paku ini juga adalah senjata yang biasa digunakan para dukun untuk melumpuhkan korbannya, membuat korbannya menderita. Tidak terlihat, tidak bersuara, tapi mematikan… Jadi jika ada di antara para pendaki atau pecinta alam yang melakukan Tree Spiking, maka dia atau organisasinya layak menyandang predikat “Pendaki Dukun” yang bernaung di bawah bendera “Organisasi Ilmu Hitam” .

Keep climbing, keep green…

"Gunakan Hati Saat Mendaki"
Salam satu jiwa.

* * * *  *
Mentransfer seribu paku ke dalam dada seribu orang adalah sesuatu yang mudah bagi satu orang. Mentransfer satu paku kesadaran ke dalam hati satu orang adalah sesuatu yang sulit bagi seribu orang.

Semoga jiwamu tercerahkan.

*B4MS*


* * * *  *



BAMS2 photo BAMS2.jpg YULI2 photo OELIEL2.jpg ZAKI photo ZAKI.jpg RAIHAN photo RAIHAN.jpg RAKAN photo RAKAN.jpg KEENAN photo KEENAN.jpg

No comments:

Post a Comment